Tampilkan postingan dengan label Berpuisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berpuisi. Tampilkan semua postingan

Puisi Patah Hati

Dalam hembus angin, kurasakn desahan nafasmu,
dalam geliat alam, kutatap liuk tubuhmu.
setiap kedipan mata, engkau berputar putar.
Mungkinkah aku jatuh cinta???
aaah tidak tahu, sebab angin tak jawab tanyaku.
Apa aku mencintaimu??
aaah entah, sebab tak setetespun gemericik air menyahut.
jika benar cinta, sudikah kau memegang tanganku dan katakan 
habiskan sisa hidup kita bersama beribadah dijalanNya...


Sekar Widati  aduuuh

Puisi Jatuh cinta 2

Kata orang, hanya dirimu, hanya seseorang sepertimu...
tapi bagiku, kau bukan seseorang, sebab mata ini yg tertuju padamu.
dan sebab itu kamu...
Tapi kau tidak pernah tahu, jika dari sudut ini aku selalu memandangmu.
Aku memang bodoh, mencintaimu tanpa tau apa-apa senyum dibalik bibirmu.
Hari ini, aku ingin mengakhiri semua, namun kenapa semua menjadi beku.
dihatiku hanya ada dirimu, mungkin itu kenapa aku hanya mematung...


Sekar Widati Aaarrrrgggghhhhhh

Puisi Jatuh cinta

Diatas meja kurebahkan kepalaku, berharap lelapkan bawa ku bertemu denganmu.
Namun ketika mata ini terbuka, hatiku begitu sakit, sebab kenyataannya kau tidak menjadi milikku.
Bukan aku yg ada dipelupuk matamu,
bukan aku yang ada dibahumu.
Aku berharap ini bukan cinta, namun sesering aku mengingkari perasaan. 
maka sakit yang akan kurasa.
Aaah, bahkan airmata tak dapat menjadi wakilku untuk membawa kesedihan ini...
Aku putus asa dalam kelelahan hati untuk membuatmu memandangmu.
Jika harus ujung ini yang kutempuh, maka ijinkan aku mengatakan..
Aku mencintaimu
Aku benar-benar mencintaimu...

Sekar Widati Galau Internasional

Gila

Embun selalu membasahi hatiku, saat diam-diam aku melihatmu tersenyum.
Bukan sekali tapi berulang kali aku mencoba mencuri kerling matamu...
lembut senyummu, tuturmu dan gerakmu yang lincah nan anggun,

merontokkan hatiku aaah entah bisakan aku menyatukan tanpa bala bantuan darimu???
Gerai hitam rambutmu,

liukan pinggulmu, 
aaah sepertinya aku benar-bernar gila karnamu....

Tunggu

Meski dalam bara api, untukmu kakiku akan terus melangkah
Untukmu, meski duri mencacar nafasku, aku akan datang kepelukan.
aku hanya meminta tubuhmu menungguku, meski genangan airmata menimbun seluruh bumi, meski desingan angin menusuk hati hingga yang terdalam.
maka lihatlah kedatanganku kasih..
tataplah aku meski seluruh dunia mencecar, tetaplah dalam pelukku meski bongkahan batu terlempar.
Maka tunggu aku dengan pandanganmu,
Tunggu aku dengan senyummu
Tunggu aku dengan kerlingmu
tunggu aku dengan tubuhmu.....

Oooh


Oh Tuhan,,,
Bagaimana aku bisa melihat pandangan yang menyilaukan,
Kau ciptakan sempurna keindahan yang tepampang dihadapanku.
aku bisa gila jika terus menatapnya...
Oh Tuhan..
dia menyentuh hati terdalamku,,,
Oooh aku tak dapat menahan sihir itu, aku terjatuh aaaah aku jatuh...
Aaah, bau tubuhmu lebih menawan dari seribu semerbak mawar..
temui aku kasih dimalam ini..
tawarkan aku candu yang tak akan kulupa..
sentuh aku dengan gerai hitam rambutmu
biarkan dunia menjadi milikku dibawah sinar matamu.
larutkan aku dengan pesona lembut kulitmu..
aaaah, aku takkan bisa menahan bara yang mulai menyala..
siram aku kasih dengan kecup dan pelukmu...
dinginkan gejolak yang tak tertahan,,,
jangan biarkan malam terbakar oleh birahiku..
Oh Tuhan...
Keindahan ini benar-benar menyilaukan...

Jadikan Satu


Menjadikan genggamanmu milikku, bagai taman firdaus melingkupi benakku.
Menyelami kedalaman surga matamu, maka keindahan dunia ada dijiwaku.
Biarkan hatiku hancur dalam senyummu.
Biarkan debaran ini meledak dalam pelukmu
biarkan mata ini penuh airmata,
asal keindahanmu tak redup dalam ingatanku.
Dalam mataku tertutup hadirlah bagai bintang,
kecup hangat bibirku penuh rindu.
Meski dalam mimpi, peluklah aku dalam dadamu.
Kuingin sedekat bintang dan malam,
sedekat mata dan binarnya
sedekat hati dan debaranmu...
Sehangat pundak dan pelukan...

Menjadikan genggamanmu milikku, bagai taman firdaus melingkupi benakku.
Menyelami kedalaman surga matamu, maka keindahan dunia ada dijiwaku.
hatiku hanya separuh, debarannya pun separuh
dan kini ketika bulan penuh diatas langit, engkau datang dan melengkapinya, membuatnya menjadi satu....

Sekar widati Rindu

Menatapmu

Mataku berasa penuh, ketika menatap senyummu.
dalam kelegaan yang hampa aku menemukan tanganmu.
kau genggam jemari ini dalam hangat yang penuh.
Membuncahkan rasa dalam hati, dalam lekat pandangmu.
Mentapmu, bagai sihir yang tak berpenangkal,
menawan keteduhan hati dalam rongga yang sepi.
Suara mu memenjarakan rindu yang kian tak tertahan,
Aku ingin segera berlari menghambur dalam kedua tangan yang siap menampungku dalam cinta


Sekar Widati masih GILA!

Katakan sesuatu


Kenapa kamu masih saja berdiri disana?
terus menatapku bagai tak puas memandang.
deru dada ini tak tertahan
saat senyummu kau lempar tepat dijantungku
rasanya ingin pingsan,
Hah...
apa yang harus kukatakan,
bukankah senyum dan debaranku tlah tersampaikan dihatimu.
aduh...
jangan hanya senyum, katakan sesuatu
bibirku sudah tak terkendali, dia tak berhenti bicara, sungguh ngawur.
Duh...
kumohon bicaralah...
karna aku sudah tidak tahu lagi apa yang akan aku katakan
jangan kau biarkan bulan, bintang dan alam menertawakanku karna salah tingkahku.

Gombal


Sayang ku


apakah arti cinta? semua tak paham


sebab cinta itu sangat sulit dan akan sakit jika tak bisa menggapainya.


itu katamu


Oh sayang


aku hidup dalam cinta, begitu juga matiku


aku tak akan menjadi apa-apa tanpa cinta


aku juga takut jika dunia tanpa cinta.


lalu bagaimana jika aku jatuh cinta..


semua akan terasa sangat sulit ketika hati kita berjarak,


aku hampir gila tanpa genggaman tangamu


maka jangan pernah jauhkan hatimu dari jiwaku


aku benar-benar tak mengerti 


aku gila karna cintaku padamu


hingga aku tak sadar jika kau telah membentuk kristalmu sendiri dihatiku

Ajal

Saat embun menyentuh manis ujung kelopak mawar,
saat itu mataku menderas.
perpisahan yang tk pernah kuharpkan datang dipelupuk mata
syahdu hati yg kau berikan, 
meninggalkan perih
kematian tak bisa ku singkirkn dri takdirmu.
sungguh tak sanggup kuhadapi jingga hari tanpa belai aromamu.
namun kuharap,
kasih dlm hati meronakan tangga yang kan kudaki,
hingga diujung waktu, kau sambut aku bersama pelukanmu
maka kumohon, tinggalah sementara dalam istana hatiku,
dalam kabung hari yg memberi duka lara.
sekali lagi menderas mata ini,
namun segera kuseka,
sebab ku tahu, kau tinggal jauh dlm hatiku

Singa dalam hati

Tahukah jika dihatiku ada singa yang siap menerkammu?
Hah sangat lelah memberi pengertian padamu.
Bukakah kita bersau untuk mengatasi perbedaan?
Bahkan embun tak mampu meredam panasnya amarah hati kita.
Jengah, namun aku tak menyesal mengenalmu.
Sakit namun aku tak mungkin bisa melupakanmu.
terserash hatiku mau kemana,,,
tapi ingatlah sayang,
jalan itu masih sama ketika sama-sama kita melewatinya.
Rinai hujan itu juga masih syahdu, sesyahdu ketika kita bersama menari riang bersama.
Ah, rasanya aku kelu harus ucapkan cinta itu dari bibirku,
sebab hatiku selalu ada singa yang siap mencabik hatimu.
Ah sudahlah, melepasmu mungkin hal terbaik meski itu pilihan terburuk.....



Sekar Widati Rodo Edan

Puluhan Tahun


ketika awan menggelayut manja,
rintik hujan manis menyapa jiwa.
akhirnya aku dapat menyentuh jemarimu,
merasakan hangat sapuan nafasmu,
menyatukan hati yang terpisah takdir.
Kepercayaanmu akan hatiku yang takkan berubah,
mampu membawa kita pada penantian ribuan tahun.
Demi Mentari pagi,
aku takkan meninggalkanmu.
Mari kita saling mengaitkan jemari,
menutup mata sejenak, mengenang semilir masa lalu ketika kita diliputi cinta.
Cinta yang membuncah namun tidak bisa membuat kita saling mengatakan cinta,
itu sebuah kesedihan yang sangat perih.
Dalam kabut puluhan tahun, aku tak bisa berhenti memikirkanmu,
dalam kesendiran aku terus berkhayal tentang hadirmu.
Hari-hari itu adalah penderitaan tanpa batas.
hanya berharap engkau hadir menyelamatkan hatiku.
dibawah rinai angsana, mari kita lewati waktu yang terlampaui.
berhenti mimpi, dan rajut kembali bunga yang tak tersiram dalam hati.
Biarkan cinta menjadi peneduh kita, meski kita hanya menjadi legenda.


Sekar Widati mendung sore

Jangan Jatuh Cinta 2

Jangan Jatuh Cinta jika itu membuatmu hamil diluar nikah.
Jangan Jatuh cinta jika itu hanya akan membawamu pada kesesatan seks yang buta.
Jangan jatuh cinta jika kamu belum siap menjadi Imam
Jangan jatuh cinta jika menjadi makmum pun kamu ogah
Jangan Jatuh cinta Jika membuatmu membunuh bayi dalam kandunganmu
Jangan jatuh cinta jika kamu masih hidup dengan kebanggaan.
Jangan Jatuh cinta jika kamu masih egois
jangan Jatuh cinta jika itu membuatmu menghujat Tuhan
Jangan Jatuh Cinta jika kamu tidak bisa menerima keadaan.
Jangan...jangan...jangan jatuh cinta jika kamu masih pandai merayu disetiap tikungan.


Sekar Widati.. Jangan

Sajak Tidur


Gundhul-gundhul pacul.
paculku wes kethul.
jare beras luar negri luweh wareg enak lan murah.
jeruk luar negri mongko luweh wangi, Jarene.
mlayu laut, iwak podho sumingkir,
wedhi di apotas lan diracun.
njur kon kepriye?

jare gemah ripah loh jinawi,
tata tentrem kerto raharjo.
la dalah nduwuran mabut angin,
rebut kuaso ora ngerti dosa.
rakyat do ciloko, kleleran golek urip.
soko dadi buruh cuci 
kanthi dadi bojo neng kasur.

wes mbuh, ora urus.
mendhing bali nemu bengi.
mbayangke rupane bojo seng sumringah nadyan mung mangan jadhah.
tekan omah, njujuk sumur.
adus gen katon wangi lan gentheng, ben bojo seneng.
la dalah...
mlebu kamar bojo turu mledhing...
sabar yo Le,,,,
poso dhisisk bengi iki,
simbokmu lagi nesu,
mergo sewengi tak gurahi,
tak kandhani mending dadi TKI nang Hongkong po arab saudi
eh malah semawur,
opo pengen, bojomu mati koyo Ruyati?

Aku mung mbathin, menowo Gusti ngganti luweh ayu lan wangi.

Sajak Porno


Tiwul uwal awul gajah mentul.
sego tiwul murah lan wareg.
sego kucing regane sewu,
manut pemerintah kang ra biso digugu...
doh... adoh...
bocah sekolah podho mlayu,
tawur karo sedhulur katon lucu.
prengas prenges godres gethih,
jan bocah,,,,
bungah sak wayah wayah, lali nggon, lali wektu.
sekolah dinggo menek jambu menthah.
Oalah Kanjeng Gusti....
jaman kok wes arep bubrah.
lanang wadon, dudu sedhulur, dudu bojo,
kok buka klambi sak wayah-wayah,
luwih rame yen neng nggon pethengan.
mlayu ngalor ngidul ngetan ngulon,
nganthi ambegan arep ucul, ngos-ngosan.
kanthi ing dino kang ditentokake,
kasil tetenger kang urip neng njero wetheng.
bocah wadhon nangis gerung-gerung, njalok disanding nanging kok nganten lanang mlayu.
Mripat abang, tangan godho wesi.
lah Pak, 
mbok gebuki malah mati.
iki salah sopo?