Awesome!!!
Sebuah karya luar biasa ketika menonton Sekuel Mission Impossible.
Selalu ada sebuah ketegangan yang selalu dan selalu bertambah....
Aku penyuka film action tapi terkadang terlambat menonton, seperti MI.
Aku tidak melihat sekuel ini dari awal. Aku melihat sekuel ini dari part 2, itupun ga semua, hanya setengah, dipertengahan hingga akhir. Dan akhirnya tertarik pada sekuel ketiga. Disinilah akhirnya aku memutuskan untuk menikmati Ghost Protocol yang sudah ngendon di komputer kantor.
And Awesome...
Masih tentang misi yang mustahil yang diberikan kepada Ethan Hunt, hanya saja kali ini lebih rumit, sebab Ethan Hunt juga menjadi incaran polisi.
Sebagai asisten, bukan kawan-kawannya di MI 2 atau 3, tapi 2 agen baru, seorang wanita keren bernama Carter dan Dunn, agak konyol hehehehe. Satu lagi, kehadiran agen Brandt, dan awalnya dia menjadi sebuah misteri. Di sekuel ini juga dipertanyakan dimana istri Ethan, Julia... dan terjawab diakhir film.
Berbeda dengan Film agen yang lain, yang menampilkan perempuan sedikit melenceng ke ikon seks dari sang jawara, meskipun juga digambarkan perempuan-perempuan tangguh. Di MI, sedikit menampilkan adegan ranjang atau buka-bukaan, sedikit pada batas kiss selanjutnya perempuan di MI adalah perempuan-perempuan luar biasa!
ADEGAN MENEGANGKAN
Setiap sekuel selalu punya adegan menegangkan yang tak pernah habis, kecanggihan yang membuat kita berdecak kagum, itu yang belum bisa negara ini buat.
Aku seuka sekali adegan saat Ethan hunt harus merayap di Burj Khalifa, kocak tapi menegangkan. Kemudian ketika di penyimpanan mobil, saat mengejar cobalt, sang teroris. Bener-bener membuat kita menahan nafas. itulah kelebihan MI, selain Om Tom Cruise hehehe
Jempol empat deh buat film ini, semoga akan ada sekuelnya lagi, ya kalo tidak ada film yang keren seperti itu lagi.
Sekar Widati MI Ghost Protocol
MI - Ghost Protocol
Saranghae, I Love You
Sebuah bentuk sinetron baru, produksi kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan.
Tidak dipungkiri, Hallyu atau juga disebut Korean Wave telah melanda Indonesia sepuluh tahun terakhir, bahkan semakin menggila beberapa tahun terakhir. Tidak terkecuali aku, aku benar-benar gila dengan drama-drama buatan negri ginseng ini. Ya, kejenuhanku dengan sinetron-sinetron mblasak made in Indonesia, dengan cerita tanpa plot, akting memalukan tanpa konflik dan hanya menjual hedonisme, gaya hidup tidak sehat dan kebobrokan moral, dengan semua itu aku mulai beralih. Mungkin Kdrama tidak sebaik yang dikira, disana juga ada gaya-gaya hidup yang ga pantas untuk ditampilkan, setidaknya mereka juga menampilkan budaya lokal mereka. Bahkan mereka masih sedikit mencontohkan bagaimana harusnya seorang anak bersikap pada orang tua. bagaimana gambaran bahwa keluarga adalah segalanya, meski kadang kita lihat bahwa hubungan antara ayah dan anak atau ibu dan anak sangatlah gaul, tapi rasa gaul itu tidak melebihi bakti dan hormat mereka.
Banyak tradisi juga yang mereka tampilkan, itu kenapa generasi kita justru lebih banyak hapal tradisi mereka bahkan baju tradisional dan makanan tradisional mereka. Coba kita sebut kimchi? mereka pasti akan hapal jenis makanan apa itu, lalu kalo kita sebut pecel? gudangan atau trancam? apakah mereka bisa menyebutkan makanan apa itu? bedanya apa? dan bagaimana bentuknya? Ironis memang...
Kok tentang makanan, pelajaran sejarah...
Kita tanya tentang Raja Su Jong, dinasti Jeoson? merka akan hapal dan bisa menyebutkan drama-drama yang mengangkat kisahnya.
Majapahit? Prabu Brawijaya? Tri Buana Tungga dewi?
Bahkan sinetron kolosal kita lebih rancu dari segala rancu...
Bagaimana dengan Film?
Aku lebih berharap, sineas-sineas pintar kita membuat banyak sinetron sebagus Cut Nyak Dien, Sang penari, Kentut dan lain-lain ketimbang film, sebab tidak semua orang melihat film, terutama ibu-ibu kompleksku....
Meski aku masih punya harapan, ada sinetron-sinetron ramadhan seperti Para Pencari Tuhan Atau Anka Kaki gunung, yang putus begitu saja. dan semoga Pak Deddy Mizwar panjang umur, sebab anak-anakku kelak butuh karya-karya beliau. Pesan tanpa menghakimi itulah ciri khas Om Deddy...
Walah, malah nglantur to...
Padahal mau bahas drama baru yang bakal muncul di Indosiar.
Mungkin drma ini bukan yang terbaik, tapi aku punya harapan, drama ini punya asa baru ditengah sinetron mblasak. dan Semoga Orang-orang Indonesia ga latah mencela seperti celaan mereka pada boy girlband yang selama ini ada.
Setidaknya aku juga nggak suka ama boy girl band itu, sumpaaah gua ga suka kecuali merka mempunyai ramuan sendiri dalam style dan logat...
tapi selama kita belum bisa membuat yang lebih baik, biarlah mereka berkarya, asal ga memalukan seperti halnya kasus film kesurupan depe....
Yuuuk hargai sesuatu yang membawa perubahan meski kecil, sebab ini bisa menjadi awal.... Amin
Sekar Widati Ojo mung lamis
Changing Partner/Love now?
Ini film udah lama, tahun 2007 tapi aku baru liat sekarang ini. Pernah dicritain seorang teman, dan ceritanya sangat vulgar. Ya sih emang nie film konsumsi 20+ menurutku. Pemerannya ada Uhm Jung hwa- Yu na (ga tau pernah maen apa), Han chae yong - Seo Yeo (yang liat Sassy girl chung yang pasti tau), Lee Dong Gun - Yong Jun(ganteng), Park Yong woo- Min Jae.
Menceritakan dua kehidupan rumah tangga yang berbeda antara Min Jae dan Yu na, pasangan biasa, ceria dan blak-blakkan, dimana Yu na mempunyai maslah dengan keluarganya, berkaitan dengan sang adik, dalam kehidupan mereka, sepertinya Yu na yang begitu bekerja keras untuk keluarga, sedang Min jae kelihatan cuek.
Sedangkan pasangan Yong Jun dan Seo yo, mereka pasangan kaya raya, yong Jun seorang CEO dan Seo Yo, adalah perancang pencahayaan lampu.
Mereka bertemu pertama kali disebuah acara pembukaan bar seorang teman Chul Ju. Di sini akhirnya Yu na menjadi konsultasi fesyen Yong jun, dan Min Jae akan membantu Seo yo saat di hong Kong.
Inilah awal keirian mereka akan kehidupan rumah tangga satu sama lain.
Akhirnya, pertemuan Seo Yo dan Minjae, juga Pertemuan Yuna dan Yong jun meninggalkan kesan masing-masing yang membuat mereka terjebak dalam dunia perselingkuhan.
Difilm ini tidak tahu mana yang benar atau salah, keduanya salah yang jelas. Tapi aku sempat kasihan dengan Yu na dan Yong jun, di saat Min Jae dengan senang hati bercinta dengan Seo yo. Yu na harus bermasalah dengan adik iparnya, juga harus berusaha melawan perasaannya pada Yong jun yang terus mengejarnya.
Pokoknya seru dan lucu, meski banyak adegan hotnya hehehehe.
Aku paling suka sama sopirnya Yong jun, ekspresinya lucu setiap kali ditanya ama Yong Jun. Dan aku emang suka sama hubungan Yong jun dan yuna, lebih lucu dan hangat, karna Yuna memang semangat orangnya hahaha.
Pokoknya silahkan tonton, sayang akhirnya agak ga jelas gitu, biasa film korea
Aku share piku-pikunya
![]() |
| Saat Yu Na nantang Yong Jun tinju |
![]() |
| Wakakaka ga nahan adegan ini, yuna PD banget |
![]() |
| Sopir Gokil |
![]() |
| Agak kesal dengan pasangan ini EGOIS |
![]() |
| Yu Na udah keliatan suka, tapi bertahan demi Min Jae yg egois |
![]() |
| Wakakaka, salah nolong, istri siapa itu? |
![]() |
| Akhirnya ketahuan, siapa cinta siapa |
Film jadul... jadul banget, tapi kangen
Ini gara-gara si Indosiar nayangin pendekar pemanah rajawali versi baru, dilanjutin Return of condor heroes juga versi terbaru sekarang golok pembunuh naga juga versi yang agak baru. Jadi kengen ama film-film silat jaman dulu. Ingat pangeran menjangan, dimainin ma Pak dhe Andy Lau ma Pak dhe Tony Leung. Trus ada juga Pendekar harum, lupa yang main, tapi dulu aku jatuh cinta ma serial ini.
Ingat nggak ketika dulu, waktu serial Yoko main, udah deh, dipastiin gang-gang, kampung-kampung pada sepi, semua bersiap nonton kelanjutan cerita cintanya yoko ma bibi lung. Trus kalo dah selesai, eh pada keluar membahas dan menerka-nerka kelanjutan kisahnya. Dulu aku paling suka ma karakter hakim roda mas, botak seksi hahahahaha.
Masih banyak serial silat lain yang nggak kalah bagus, ada pendekar ulat sutra, ular putih trus ingat nggak ama serial silat yang bagus banget buatan Indonesia, yang maen Bary Prima, hahahahaha aku lebih kenal dengan nama Brama Kumbara, yang naik burung rajawali gedhe, ceweknya namanya manthili. Trus ada lagi jaman-jaman Tutur Tinular masih bagus, nggak kayak sekarang, melenceng dari sejarah. Ingat yang jadi Mei shin, cantik. ada juga ayu wandira dan lain-lain hahahaha.
Berlanjut keserial menyedihkan tahun 90an, wah kalo itu topnya Qiung yao deh, mulai dari belenggu pintu cinta yang amat menyedihkan, mengharukan, Putri Sin ye, Giok ditengah salju (SCTV) Huanzhu yang lucu dan kocak mpe kabut cinta atau hau siang hau siang, sebutan dari ibu-ibu di kampungku hahahahaha.
Patut deh diacungin jempol. Sinetron Indonesia juga belum lebay kayak sekarang, contoh saja Karmila, diantara dua cinta, trus banyak, aku lupa hahahahaha
Serial anak pun masih unyu-unyu, Candy-candy, Doraemon (mpe sekarang) Jiban, winspector, satria baja hitam (dulu suka ma kotaro minami unyu2) dan masih banyak lagi. Pokoknya porsi untuk anak bagus banget deh.... kalo sekarang, anak dipaksa dewasa, hahaha beruntungnya aku mempunyai masa kecil ditahun 90an.
Ngayal dulu deh, apakah bisa ditayangkan kembali film2 itu? daripada sinetron lebay, yakin ratingnya bakal naik ini, hahahaha daripada dengan tutur tinular ini, mending dulu hahahaha.
bonus lirik.
Pedang pembunuh naga.
Disaat malam yang sunyi,
kutermenung seorang diri.
teringat paras wajahmu,
bergetar rasanya hatiku.
Tak mungkin ku lupa akan dirimu
tak mungkin pula kupendam cintaku
Kapankah kita akan bertemu?
entah kapan kita berjumpa
cinta abadiku, harapan dariku
kita dapat bersama.
Sekar widati kangen Yoko ma pendekar harum.
The Downfall (De Untergang Hitler)
![]() |
| Aku suka adegan ini ketika Hitler diantara anak-anak |
Film ini diproduksi sudah lama, begipun keberadaannya dikomputer kantorku, hampir setahun lebih. Aku males nonton karna awalnya ga menarik menurutku, meskipun kata Yusuf ini film bagus dan aku membuktikannya hari ini. Entah bagaimana sejarah dia yang buruk, namun aku kagum dengan sosok yang digambarkan dalam film ini. Sosok yang hangat, penuh percaya diri, berpengaruh dan loyal pada negaranya.
Sempet merasa sedih, ketika dia mulai ditinggalkan para pengikutnya. Namun bukan salah mereka juga sih, bagaimanapun dalam peperangan, naluri manusia tentang ketakutan hal yang wajar.
Bagaimana sosok Hitler sesungguhnya, bahkan istrinya Eva juga tidak tahu. Mungkin benar kata Taudl Junge,
it seems he doesn't want anyone too see inside him.
In private, he can be such a caring persons. But then he says such brutal things.Yang jelas ini film keren, sebuah penggambaran tentang hitler.
Satu adegan yang menurutku tragis, saat (entah siapa namanya) nyonya Goebbels membunuh putra-putrinya. Waaaah itu menyakitkan sekali.
Pokoknya Acungan jempol buat film ini, keren juga efek perangnya.
Keseluruhan SUKSES
Sekar Widati Jatuh bangun















